Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto baru saja melakukan serangkaian mutasi di tubuh kepolisian yang tentunya menarik perhatian publik. Salah satu langkah strategis dalam mutasi ini adalah penunjukan Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri.
Penunjukan Roberto mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober 2026. Dalam telegram tersebut, terdapat total 88 personel Polri yang dimutasi sebagai bagian dari kebijakan organisasi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi.
Irjen Roberto menggantikan posisi Irjen Slamet Uliandi, yang dipindahkan untuk menjalani tugas baru di luar struktur Polri. Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang dinamis dalam struktur kepolisian untuk memenuhi tuntutan tugas yang semakin beragam.
Pentingnya Mutasi dalam Lingkungan Polri
Mutasi pada tubuh Polri bukanlah perkara sepele; ini adalah langkah strategis yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Dengan adanya mutasi, diharapkan setiap personel dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru.
Selain itu, mutasi juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi setiap anggota Polri dalam pengembangan karier mereka. Dimungkinkan bagi mereka yang dipindahkan untuk menerapkan pengalaman dan keterampilan baru dalam peran yang berbeda.
Pemindahan jabatannya Irjen Roberto merupakan salah satu contoh bagaimana Polri mengupayakan inovasi dalam sistem kepolisian. Keahlian dan rekam jejaknya yang kuat di bidang Reserse menghantarkannya pada posisi ini, di mana ia diharapkan mampu membawa perubahan positif.
Profil Lengkap Irjen Roberto GM Pasaribu
Irjen Roberto adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 dan dikenal memiliki pengalaman yang luas di berbagai bidang kepolisian. Keterlibatannya dalam dunia kepolisian telah dimulai sejak awal kariernya, di mana ia banyak berkontribusi dalam tim Reserse.
Karirnya dimulai sebagai Kasubdit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada tahun 2019. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab mengatasi kejahatan siber yang kian marak dan kompleks, serta berupaya untuk meningkatkan kapasitas timnya dalam mengatasi tantangan tersebut.
Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, menunjukkan peningkatan kepercayaan dan tanggung jawab yang mengikutinya. Tahun 2021 menjadi tahun krusial baginya, saat dia diangkat menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Yogyakarta.
Penghargaan atas Rekam Jejak Irjen Roberto
Pencapaian karir Roberto terus berlanjut, dengan penunjukan sebagai Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2023. Jabatan ini menuntut kemampuan manajerial yang tinggi serta integritas dalam menegakkan hukum di salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara.
Pada tahun 2024, ia mendapatkan jabatan penting sebagai Direktur Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya, di mana ia berperan penting dalam menangani kasus-kasus kejahatan siber yang kompleks. Pengalamannya menghadapi tantangan dalam situasi yang cepat berubah sangat berharga dalam posisinya saat ini.
Pada tahun 2026, Roberto menerima kenaikan pangkat menjadi Brigjen dan ditugaskan di Bareskrim Polri, yang menggarisbawahi reputasinya sebagai seorang pemimpin yang mampu membawa instansi kepolisian ke arah yang lebih baik. Penugasan ini membuktikan bahwa perjalanan kariernya tidak hanya berbasis pada jabatan, tetapi juga pada prestasi yang impresif.
Pandangan Mengenai Mutasi Jabatan dalam Polri
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menekankan bahwa mutasi dan rotasi jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi yang tidak dapat dihindari. Tujuannya adalah untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan memberikan ruang untuk pengembangan karier personel yang berlebih.
Johnny menambahkan bahwa perubahan ini tidak hanya untuk peningkatan performa, tetapi juga untuk menyegarkan suasana kerja. Hal ini penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan efisiensi dalam tugas kepolisian sehari-hari.
Melalui mutasi ini, diharapkan setiap personel dapat memanfaatkan pengalaman mereka ke posisi yang baru dan memberikan kontribusi lebih bagi institusi. Penting bagi Polri untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan kompleks.



