Tim advokat Hery Susanto, mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia, mengungkapkan kejanggalan dalam kasus dugaan suap terkait pengelolaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara. Mereka menekankan tidak adanya barang bukti yang mendukung dakwaan tersebut, termasuk uang atau hadiah yang harusnya disita dari Hery.
Ketua tim hukum, Alex Candra, menjelaskan bahwa klaim tentang penerimaan suap sebesar Rp 4,85 miliar harus diteliti lebih lanjut. Fakta di persidangan menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak didukung oleh barang bukti yang konkret.
Dengan tidak adanya bukti fisik, pihak tim hukum berpendapat bahwa dakwaan menjadi sangat lemah. Mereka berharap agar proses hukum berjalan berdasarkan fakta dan bukti yang sah, dan bukan sekadar asumsi belaka.
Kekosongan Bukti dalam Kasus Dugaan Suap di Pertambangan
Menurut Alex, ketiadaan bukti seperti uang yang disita menjadi perhatian utama dalam persidangan. Selama ini, mereka mengindikasikan bahwa tuduhan terhadap kliennya tidak memiliki dasar yang kuat, terutama dalam hal penerimaan suap dari perusahaan tertentu.
Kasus ini melibatkan beberapa entitas bisnis, termasuk PT Tosida Indonesia dan PT Mitra Kumala Energi. Namun, bukti konkret mengenai pemberian yang disebutkan tidak dapat ditemukan.
Alex menegaskan bahwa dakwaan yang mengaitkan Hery dengan sejumlah pihak, termasuk pemberian satu unit rumah, harus dipertanyakan. Seluruh informasi tersebut perlu diuji kembali melalui proses hukum yang transparan.
Pembantahan Saksi dalam Persidangan
Pernyataan dari Agung Winarno, yang dikaitkan dengan penerimaan suap, membantah semua tuduhan yang diajukan terhadap Hery. Menurutnya, tidak pernah ada transaksi yang mencurigakan antara mereka.
Agung secara tegas menolak klaim bahwa ia memberikan uang yang dimaksud, baik dalam jumlah besar seperti Rp 1 miliar maupun Rp 525 juta. Hal ini tentunya menambah keraguan terhadap dakwaan yang ada.
Sementara itu, hubungan antara Hery dan pihak-pihak yang disebut dalam dakwaan juga harus menjadi fokus. Alex menyebut bahwa Hery tidak mengenali para pelaku yang terlibat dalam tuduhan itu.
Pentingnya Keterangan yang Menyeluruh dalam Proses Hukum
Tim hukum Hery juga menyoroti dugaan adanya penyerahan uang yang disebut berkaitan dengan jasa konsultan. Menurut mereka, keterangan ini perlu ditelaah lebih mendalam agar jelas kaitannya dengan kasus yang tengah berjalan.
Pihak berwenang disarankan untuk mengumpulkan seluruh informasi yang relevan sebelum memutuskan hasil persidangan. Tujuannya untuk memastikan keadilan bagi semua pihak terlibat.
Alex pun menegaskan bahwa mereka tidak ingin mendahului keputusan majelis hakim. Keberadaan fakta-fakta yang tidak terduga bisa memengaruhi putusan akhir dalam kasus ini.



