Pihak berwenang di Sumatra Selatan sedang menyelidiki insiden tragis yang mengakibatkan satu nyawa melayang akibat penembakan internal di kalangan militer. Peristiwa ini terjadi di Palembang dan melibatkan dua anggota militer, yang membuat situasi semakin meresahkan di dalam komunitas.
Korban, yang diketahui bernama Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa, merupakan bagian dari Ta Denkesyah Palembang. Penembakan ini dilaporkan melibatkan Sertu MRR dan seorang warga sipil berinisial DS, yang diduga menyembunyikan senjata api terkait kasus ini.
Saat kejadian, Sertu MRR berhasil ditangkap oleh pihak keamanan di area parkir Rumah Sakit Bhayangkara. Saat ini, pelaku bersama sejumlah saksi sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Markas Denpom II/4, sementara otoritas militer berupaya mengungkap detail lebih dalam mengenai insiden ini.
Penangkapan dan Proses Penyidikan di Tempat Kejadian
Setelah penembakan, pihak Denpom II/4 segera melakukan olah tempat kejadian perkara, yang meliputi pemeriksaan bukti-bukti dan rekaman CCTV. Proses penyidikan ini sangat penting untuk mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam insiden tersebut.
Olah TKP juga melibatkan wawancara terhadap 21 saksi, untuk memastikan semua informasi terkait kasus dapat dihimpun dengan akurat. Tindakan cepat dan menyeluruh ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas bagi publik mengenai insiden ini.
Pihak berwenang juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk melaksanakan autopsi terhadap almarhum. Langkah-langkah ini diambil demi transparansi dan keadilan bagi korban maupun keluarga yang ditinggalkan.
Hasil Autopsi dan Penjelasan Otopsi
Hasil autopsi yang dilakukan terhadap Pratu Ferischal menunjukkan bahwa penyebab kematian disebabkan oleh luka tembak serius yang mengenai bagian perut dan menembus organ vital seperti hati dan paru-paru. Ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan dan menunjukkan betapa segeranya situasi ini menjadi tragedi.
Sambil menyampaikan informasi ini, pihak berwenang menegaskan keberadaan senjata rakitan yang digunakan dalam penembakan tersebut. Senjata tersebut ditemukan di rumah terduga pelaku berinisial DS, yang berlokasi di Kelurahan Srimulya, menambah kerumitan dalam penanganan kasus ini.
Pangdam II/Sriwijaya menegaskan bahwa semua langkah akan diambil untuk menuntaskan kasus ini, dengan melibatkan berbagai pihak yang berwenang. Penanganan yang mendalam diharapkan dapat menuntaskan semua pertanyaan yang muncul akibat insiden ini.
Peristiwa Sebelum Penembakan Terjadi
Tragedi ini berawal dari ketegangan yang terjadi antara Pratu Ferischal dan Sertu MRR di sebuah lokasi hiburan malam. Ketika waktu menunjukkan pukul 02.30 WIB, perdebatan yang dipicu oleh masalah pribadi mengakibatkan terjadinya perkelahian antara kedua personel militer.
Dalam situasi yang penuh emosi itu, Sertu MRR diduga merasa terpojok dan mengeluarkan senjata api, yang kemudian melepaskan tembakan yang menyebabkan luka fatal kepada Pratu Ferischal. Situasi ini menggambarkan betapa cepatnya sebuah konflik dapat berkembang menjadi keterpurukan yang fatal.
Setelah insiden terjadi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata, namun sayangnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.45 WIB. Kejadian ini bukan hanya menciptakan rasa duka bagi keluarga korban, tetapi juga menghadirkan kekhawatiran akan kondisi stabilitas di kalangan personel militer.



