• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Tuesday, May 12, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
SimpleNews.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Bisnis
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
SimpleNews.co.id
No Result
View All Result
Home Otomotif

Urgensi Pengesahan RUU KKS Ditunjukkan Oleh Akademisi dan DPR

by endralz
May 12, 2026
in Otomotif
0
Urgensi Pengesahan RUU KKS Ditunjukkan Oleh Akademisi dan DPR
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dosen Kajian Terorisme di Universitas Indonesia, Sri Yunanto, menyatakan bahwa pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) sangat mendesak. Ia menekankan bahwa ancaman siber yang meningkat menjadi perhatian serius dan memerlukan langkah hukum yang tepat untuk melindungi infrastruktur penting di Indonesia.

Dalam kondisi di mana berbagai sektor seperti perbankan, e-commerce, dan fasilitas kesehatan rentan terhadap serangan siber, RUU KKS perlu segera ditetapkan. Yunanto mengungkapkan, jika tidak diantisipasi, ancaman ini dapat diibaratkan sebagai “bom waktu” yang siap meledak kapan saja.

Tidak dapat dipungkiri bahwa serangan siber telah mencapai angka yang mengkhawatirkan. Temuan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa terdapat miliaran serangan dengan kerugian tahunan mencapai Rp500 triliun. Dalam hal ini, kekhawatiran akan penggunaan teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI) semakin mendesak.

Urgensi RUU KKS dalam Menghadapi Ancaman Siber yang Meningkat

Dalam seminar yang diadakan di Kampus Salemba, Jakarta, Yunanto menjelaskan bahwa serangan berbasis ransomware dan pencurian data juga ikut memberikan dampak signifikan. Kerugian dari kedua jenis serangan tersebut diperkirakan mencapai Rp8,2 triliun setiap tahun. Hal ini menunjukkan perlunya perlindungan hukum yang lebih baik.

Ia juga mengutip laporan dari Cisco Cybersecurity Readiness Index 2024 yang menyatakan bahwa hanya 12 persen organisasi di Indonesia yang siap menghadapi ancaman siber secara matang. Situasi ini menciptakan kekhawatiran lebih lanjut bagi keamanan data dan transaksi digital di tanah air.

Kondisi ini semakin diperburuk oleh berbagai kasus serangan siber yang mencuat ke permukaan, seperti yang terjadi pada Pemilu 2019, pencurian data di Tokopedia, dan peretasan di lembaga seperti BAIS TNI dan Inafis Polri. Semua bukti ini menegaskan pentingnya RUU KKS sebagai landasan hukum.

Data dan Statistik Serangan Siber di Indonesia

Direktur Eksekutif Catalyst Policy-Works, Wahyudi Djafar, memberikan informasi lebih lanjut bahwa terdapat sekitar 50 juta serangan siber yang ditargetkan ke Indonesia pada tahun 2026. Data Kaspersky juga mengungkapkan bahwa hampir 15 juta serangan berbasis web dan lebih dari 39 juta serangan berbasis perangkat terjadi pada tahun yang sama.

Peningkatan serangan juga tercatat dari laporan BSSN yang menunjukkan bahwa pada tahun 2025 saja terdapat 5,5 miliar serangan. Hal ini mencerminkan lonjakan 714 persen dibandingkan dengan rata-rata tahunan selama periode 2020 hingga 2024.

Pentingnya RUU KKS juga disoroti Wahyudi, di mana intensifikasinya penggunaan teknologi digital di Indonesia tidak sebanding dengan pengembangan instrumen perlindungan yang memadai. Tanpa langkah nyata, banyak pihak akan tetap rentan terhadap ancaman yang tidak kunjung surut.

Tantangan dalam Pengesahan RUU KKS dan Koordinasi Antar Institusi

Terdapat tantangan besar dalam pengesahan RUU KKS terkait ego sektoral yang tinggi dari lembaga atau instansi pemerintah. Berbagai lembaga seperti BSSN, Badan Intelijen Negara, dan institusi lainnya sudah memiliki regulasi masing-masing, yang membuat sinkronisasi menjadi sulit.

Wahyudi menekankan pentingnya membangun koordinasi yang baik antar institusi untuk memastikan setiap aktor dapat bekerja sama. Kekurangan dalam hal ini dapat menyebabkan kekosongan dalam perlindungan data nasional, yang penting dalam menghadapi ancaman siber.

Hal yang sama disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan, yang menyebut bahwa tidak adanya kerangka koordinasi nasional merugikan upaya memastikan keamanan siber. Ia menambahkan, sistem manajemen krisis siber juga belum ada, sehingga penanganan ancaman menjadi tidak efektif.

Dari sisi ini, Junico juga menyebutkan perlunya harmonisasi antara keamanan nasional dan hak digital warga. Walaupun ada berbagai peraturan yang telah ada, seperti UU ITE dan UU PDP, situasi ini belum membentuk arsitektur keamanan siber yang komprehensif di Indonesia.

Junico menjelaskan bahwa DPR menargetkan RUU KKS dapat diselesaikan dalam dua kali masa sidang. Namun, ia juga menyadari kompleksitas yang ada, sehingga dibutuhkan waktu dan kerja keras untuk menyelesaikannya dengan baik.

Dengan penekanan yang kuat pada pentingnya masukan dari masyarakat dan akademisi, DPR mulai melakukan diskusi terbuka di kampus-kampus dan forum lainnya untuk mengumpulkan ide-ide terkait isu ini. Proses ini memberikan harapan baru dalam upaya meningkatkan ketahanan siber Indonesia.

Tags: AkademisidanDitunjukkanDPRKKSolehPengesahanRUUUrgensi
endralz

endralz

Next Post
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Permintaan Dana CSR kepada Pengusaha

KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Permintaan Dana CSR kepada Pengusaha

Recommended

Banjir dan Longsor Menyerang Lima Desa di Cianjur

Banjir dan Longsor Menyerang Lima Desa di Cianjur

2 weeks ago
Investor Menahan Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak

Investor Menahan Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak

2 weeks ago

Popular News

    Connect with us

    SIMPLENEWS-LOGO

    Simplenews.co.id - Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini.

    Category

    • Bisnis
    • Bola
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Otomotif
    • Properti
    • Tekno
    • Travel

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Lifestyle
    • Travel
    • Health

    © 2026 Berita Hari Ini Dan Kabar Informasi Terkini. Simplenews.co.id.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In