Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebuah tragedi baru saja terjadi akibat gempa bumi dengan kekuatan 6,7 skala Richter pada tanggal 16 Juni. Korban jiwa telah dilaporkan, dan dampaknya mengganggu kehidupan ribuan warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menginformasikan bahwa proses pendataan masih berjalan dan menunjukkan peningkatan jumlah warga yang terdampak, serta kerusakan bangunan yang cukup signifikan. Beberapa rumah, fasilitas umum, dan fasilitas ibadah juga mengalami kerusakan akibat bencana ini.
Korban yang dilaporkan meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi, wilayah yang paling parah terkena dampak gempa. Untuk saat ini, warga yang terluka juga tercatat, baik yang mengalami luka ringan maupun berat.
Pemantauan dan Penanganan Korban Gempa di Sigi
Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 110 kepala keluarga atau sekitar 312 jiwa terganggu akibat gempa tersebut. Penanganan bagi warga yang mengalami luka-luka menjadi prioritas utama bagi tim penyelamat dan bantuan medis.
Abdul menyebutkan bahwa di Kabupaten Sigi, ada sekitar 89 kepala keluarga yang terkena dampak, dengan 22 di antaranya mengalami luka ringan dan 13 mengalami luka berat. Penanganan medis kini mulai dilakukan untuk membantu korban yang membutuhkan perawatan.
Di daerah lain, seperti Kabupaten Parigi Moutong, terdapat 21 kepala keluarga yang juga merasakan dampak gempa. Kota Palu dan Kabupaten Poso mencatat beberapa warga yang mengalami luka-luka, dan pendataan terus berlangsung untuk memastikan semua informasi yang tepat.
Kerusakan Infrastruktur Akibat Gempa Bumi
Data awal menunjukkan bahwa kerusakan bangunan terus meningkat. Tercatat ada sekitar 67 unit rumah yang terpengaruh, dengan 26 unit di antaranya mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.
Kerusakan juga melibatkan beberapa fasilitas lain, antara lain enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dan beberapa tempat usaha. Jalan penghubung yang mengalami amblas juga menjadi perhatian bagi pihak berwenang.
Kebanyakan kerusakan terjadi di Kabupaten Sigi, di mana terdapat 47 unit rumah yang mengalami dampak. Selain itu, kerusakan pada fasilitas umum dan infrastruktur lainnya menambah kesulitan bagi warga yang sudah terdampak bencana ini.
Upaya Pemulihan dan Dukungan dari Pemerintah
Pemerintah beserta BNPB dan BMKG saat ini aktif memantau situasi dan perkembangan selanjutnya. Mereka mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak tersebar informasi yang belum diverifikasi. Kondisi penduduk yang terpengaruh akan terus dipantau dan dibantu secepat mungkin.
Dengan adanya data yang terus masuk, BNPB berkomitmen untuk memberikan laporan berkala mengenai penanganan pasca-gempa. Proses pemulihan yang melibatkan berbagai pihak juga telah dimulai demi memulihkan keadaan yang sempat terguncang.
Tim-tim bantuan akan dikerahkan untuk mendukung warga yang kehilangan rumah dan sarana umum. Adanya kolaborasi antar lembaga akan sangat membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan yang terkena dampak ini.



